Oleh: pcplanner | 22 Juli 2009

Kelompok Model Perencanaan


Pendekatan Komprehensif Rasional (Racional Comprehensive Planning Model)

Suatu kerangka pendekatan yang logis dan teratur mulai dari diagnosis sampai kepada tindakan yang didasarkan kepada analisis fakta yang rerevan, diagnosis masalah yang dikaji melalui kerangka teori dari nilai-nilai perumusan tujuan dan sasaran dalam rangka pemecahan masalah, merancang alternatif car-cara untuk mencapai tujuan dan pengkajian atas efektivitas cara-cara tersebut.

Asumsi yang mendasari model tersebut :

  • Suatu consensus umum terhadap cara dan tujuan yang mempunyai makna kepentingan / kesejahteraan  umum (Pablic Interest) dapat dicapai.
  • Pemilihan rencana terbaik pada dasarnya merupakan suatu proses teknikal yang dapat diselesaikan melalui analisis yang cermat atas data-data yang relevan.
  • Dapat dilaksanakan  secara efektif dan efisien oleh suatu mekanisme perencanaan yang centralistik.

Pendekatan Inkremental (Disjointed Incremental Planning)

Memilih diantara rentang alternatif yang terbatas yang berbeda sedikit dari kebijaksanaan yang ada, atau bisa juga disebutkan sebagai :

  1. Pendekatan yang mengutamakan unsur atau subsistem tertentu sebagai yang perlu diprioritaskan
  2. Pendekatan yang dianggap memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk menerapkan strategi pengambilan keputusan dengan kapasitas kongnitif yang terbatas dan lebih rasionol.
  3. Pendekatan ini tidak perlu ditunjang oleh system informasi/data yang terinci tentang unsur atau subsistem tertentu yang diprioritaskan tersebut. Ini dianggap sebagai suatu penghematan dana dan waktu menelaah, analisis dan proses teknis penyusunan rencana.
  4. Sasaran dan tujuan bersifat langsung pada kebutuhan pengembangan suatu unsur atau subsistem tertentu saja.

Jadi ciri –ciri utama suatu produk perencanaan ini adalah :

  1. Rencana ini tidak perlu ditunjang oleh penelaahan serta evaluasi alternatif rencana secara menyeluruh
  2. Hanya mempertimbangkan bagian-bagian dari kebijaksanaan umum (kalau sudah ada) yang berkaitan  langsung  dengan unur atau subsistem yang diprioritaskan
  3. Dengan keterbatasannya lingkup perencanaan yaitu pada unsure atau subsistem tertentu saja maka anggapan bahwa pelaksanaan dan pelaksanaannya lebih mudah realistik.

Asumsi yang mendasari model tersebut :

  • Menolak kemungkinan terjadinya consensus dalam isyu perencanaan yang luas.
  • Consensus sangat sulit dicapai dan kemungkinan besar yang terjadi hanya pada usulan-usulan yang menghendaki perubahan yang incremental.
  • Membutuhkan suatu modal perencanaan yang terdesentralisasi.

Pendekatan Mixed-Scanning

Merupakan kombinasi dari elemen rasionalistik yang menekankan tugas analitik, penelitian, dan pengumpulan data dengan elemen incremental yang menitik beratkan pada tugas interaksional untuk memcapai consensus.

Asumsi yang mendasari model tersebut :

  • Memperbolehkan terjadinya consensus dalam setiap issu yang dihadapi.
  • Untuk mengrahkan kebijaksanaan umum sebaliknya ditangani secara terpusat.
  • Untuk rancangan program yang spesifik lebih efektif untuk dilaksanakan oleh mekanisme perencanaan yang desentralistik.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: